1. Radang Gusi & Penyakit Gusi (Periodontitis)
Penyebab paling umum gigi goyang pada orang dewasa.
Plak dan karang gigi yang menumpuk lama bisa menyebabkan infeksi gusi hingga tulang penyangga gigi rusak.
Tanda-tanda:
- Gusi bengkak, merah, mudah berdarah
- Bau mulut
- Gigi terasa panjang dan mulai goyang
👉 Jika tidak dirawat, gigi bisa lepas sendiri.
2. Karang Gigi yang Menumpuk
Karang gigi menekan gusi dan membuat jaringan penyangga gigi melemah.
Fakta penting:
Sikat gigi tidak bisa menghilangkan karang gigi—harus dengan scaling oleh dokter gigi.
3. Trauma atau Benturan
Benturan keras (jatuh, kecelakaan, olahraga) bisa merusak ligamen penyangga gigi.
Biasanya ditandai:
- Gigi goyang mendadak
- Nyeri saat menggigit
- Bisa terjadi pada satu gigi saja
4. Kebiasaan Menggertakkan atau Mengatupkan Gigi (Bruxism)
Tekanan berlebihan dan terus-menerus bisa membuat gigi perlahan goyang.
Sering terjadi saat:
- Stres
- Tidur malam tanpa disadari
5. Gigi Berlubang Parah hingga Infeksi
Lubang yang dalam dapat menyebabkan infeksi ke akar gigi dan tulang penyangga.
Gejala:
- Nyeri berdenyut
- Bengkak
- Gigi terasa tidak stabil
6. Perubahan Hormon (Kehamilan, Pubertas, Menopause)
Perubahan hormon membuat gusi lebih sensitif dan mudah meradang.
⚠️ Bukan berarti gigi “normal” goyang, tapi risiko radang gusi meningkat.
7. Penyakit Sistemik
Beberapa penyakit dapat mempercepat kerusakan tulang penyangga gigi, seperti:
- Diabetes tidak terkontrol
- Osteoporosis
- Gangguan imun
8. Gigi Susu (Khusus Anak)
Gigi goyang pada anak bisa normal sebagai tanda gigi tetap akan tumbuh.
📌 Namun perlu diperiksa bila:
- Goyang disertai nyeri hebat
- Bengkak atau nanah
- Usia belum waktunya tanggal