Mineral Trioxide Aggregate (MTA): Keuntungan & Kerugian dalam Perawatan Gigi

Mineral Trioxide Aggregate (MTA) merupakan salah satu bahan berbentuk bubuk dan berisikan partikel-partikel halus yang bersifat hidrofilik yang digunakan dalam perawatan endodontik (Okyanti, 2007). MTA merupakan bahan dengan komposisi kalsium yang tinggi yang dapat membentuk dentin bridge lebih tebal dan kompak pada perawatan pulp capping (Monalisa, 2003).

Komposisi

Menurut Monalisa (2003) menyatakan bahwa MTA mengandung bahan sebagai berikut :

  1. Trikalsium silikat
  2. Dikalsium silikat
  3. Trikalsium aluminat
  4. Trikalsium oksida
  5. Aluminoferri
  6. Tetra kalsium
  7. Kalsium sulfat

Sifat MTA

  • Radio-opacity

MTA memiliki sifat yang kurang radioopak dengan 7,17 mmdari ketebalan aluminium yang cukup membuatnya mudah untuk memvisualisasikan di radiografi.

  • Solubility

Kelarutan pada MTA meningkat apabila menggunakan banyak air selama pencampuran. Ketika MTA dicampur dengan air maka akan melepaskan kalsium hidroksida yang berperan dalam sementogenesis. Lingkungan yang asam tidak memiliki pengaruh pada setting MTA.

  • Marginal adaptation and Sealing ability

Bahan ini sangat penting digunakan untuk bahan restoratif ketika pengisian saluran akar, perbaikan perforasi, pulp capping dan prosedur pulpotomi. MTA memiliki sifat penutupan dan adaptasi yang baik.

  • Antibacterial and Antifungal Property

MTA memiliki sealing ability yang baik dan kebocoran yang minimal sehingga memiliki efek antibakteri yang baik terutama untuk bakteri Enterococcus faecalis dan Streptococcus sanguis

Keuntungan

Menurut Okyanti (2007) keuntungan MTA dibandingkan dengan bahan yang lain, yaitu:

  1. Memiliki sealing ability yang baik
  2. Memiliki biokompatibilitas yang baik
  3. Mendukung terbentuknya dentin bridge yang lebih tebal

Kerugian

Menurut Parirokh dan Torabinejad (2010) menyatakan bahwa kerugian penggunaan MTA, yaitu :

  1. Memiliki setting time yang lama.
  2. Biaya yang tinggi.
  3. Berpotensi mengalami perubahan warna.

DAFTAR PUSTAKA

Abimanyu, R., 2013, Perbandingan Kebocoran Mikro Antara MTA dan Biodentine sebagai Bahan Penutup Perforasi Akses, Tesis, Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Ilmu Konservasi Gigi, Jakarta.

Okyanti, Y., 2007, Kegunaan Mineral Trioxide Aggregate di Bidang Endodontik,

Skripsi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya.

Rao, A., Rao, A., dan Shenoy, R., 2009, Mineral Trioxide Aggergate-A Review, The

Journal of Clinical Pediatric Dentistry 34(1) : 1-3.

Inajati, I., dan Untara, R.T.E., 2016, Apeksifkasi dengan Mineral Trioxide Aggregate dan Perawatan Intracoronal Bleaching pada Gigi Insisivus Sentralis Kiri Maksila Non Vital Diskolorasi, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 2(2) : 102.

Monalisa, 2003, Mineral Trioxide Aggergate sebagai Bahan Alternatif dalam Perawatan Endodonti, Skripsi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, Medan.

Pariorkh, M., dan Torabinejad, M., 2010, Mineral Trioxide Aggregate: A Comprehensive Literature Review-Part III: Clinical Aplications, Drawbacks, and Mechanism of Action, Journal of Endodontics 36(3) : 407.