Gigi berlubang (dental caries) terjadi akibat proses de-mineralisasi enamel dan dentin oleh asam yang diproduksi bakteri, terutama Streptococcus mutans dan Lactobacillus. Ketika lubang semakin dalam, kerusakan mencapai lapisan dentin dan akhirnya pulpa, tempat saraf dan pembuluh darah berada. Inilah yang menyebabkan nyeri.
Berikut mekanisme ilmiahnya:
Paparan Dentin dan Aktivasi Saraf
Dentin memiliki ribuan tubulus dentin yang berisi cairan dan ujung saraf mikro.
Ketika dentin terbuka akibat lubang gigi:
- makanan dingin/panas/manis menyebabkan pergerakan cairan tubulus
- aktivitas ini merangsang serabut saraf A-delta
- timbul rasa ngilu tajam
Ini dijelaskan oleh Teori Hidrodinamik (Brännström).
1.2 Peradangan Pulpa (Pulpitis)
Jika bakteri masuk lebih dalam:
- toksin bakteri menembus tubulus dentin
- pulpa mengalami inflamasi
- tekanan intrapulpal meningkat
- terjadi nyeri berdenyut, spontan, dan sulit dilokalisasi
Jenis inflamasi:
- Pulpitis reversibel: inflamasi ringan, nyeri singkat
- Pulpitis irreversibel: inflamasi berat, nyeri berdenyut lama, tidak hilang sendiri
1.3 Nekrosis Pulpa & Infeksi Akar
Jika pulpitis tidak ditangani:
- pulpa mengalami nekrosis (mati)
- bakteri kolonisasi saluran akar
- terbentuk infeksi periapikal (apical periodontitis)
Gejalanya:
- nyeri hebat saat digigit
- gusi bengkak
- abses (nanah)
- bisa disertai demam
Nyeri muncul karena tekanan pus dan inflamasi pada jaringan periodontal yang kaya serabut saraf.
2. Bagaimana Penanganan Gigi Berlubang Secara Ilmiah?
Penanganan ilmiah harus sesuai kedalaman lubang dan kondisi pulpa. Ada 4 tahap utama.
2.1 Jika Lubang Hanya di Enamel/Dentin
Dilakukan Restorasi (Tambal Gigi)
Menambal dengan bahan seperti resin komposit atau glass ionomer cement (GIC)
Tujuan:
- menghentikan demineralisasi
- mencegah karies berkembang
- melindungi dentin agar tidak sensitif
2.2 Jika Lubang Sudah Mendekati Kamar Pulpa
Tambal Gigi + Pelapisan Pulpa (Liner/Base)
Tujuan:
- meredakan inflamasi pulpa
- merangsang pembentukan dentin reparatif
- mempertahankan vitalitas pulpa
2.3 Jika Sudah Mengenai Pulpa (Pulpitis Irreversibel)
Perawatan Saluran Akar (Root Canal Treatment / RCT)
Tujuan:
- menyingkirkan infeksi
- mencegah bakteri masuk kembali
- menghilangkan nyeri permanen
2.4 Jika Gigi Tidak Bisa Dipertahankan
Ekstraksi (Pencabutan)
Dilakukan jika:
- struktur gigi hancur >70%
- tidak memungkinkan dilakukan RCT
Setelah pencabutan dapat dilakukan:
- implant
- bridge
- gigi tiruan untuk mengganti fungsi kunyah
3. Prinsip Penanganan Sakit Gigi Akibat Lubang
(1) Hentikan proses bakteri → bersihkan karies
(2) Lindungi pulpa bila masih vital
(3) Jika pulpa rusak → lakukan RCT
(4) Jika tidak bisa dipertahankan → ekstraksi
Analgesik (parasetamol, ibuprofen) hanya meredakan nyeri, bukan mengobati penyebabnya.
Kesimpulan
- Lubang gigi menyebabkan sakit karena pergerakan cairan tubulus, inflamasi pulpa, dan infeksi akar.
- Mekanisme nyeri melibatkan serabut A-delta dan C-fiber dari saraf trigeminus.
- Penanganan berdasarkan evaluasi dokter gigi: tambal, base/lining, RCT, atau ekstraksi.
- Semakin awal ditangani, semakin besar peluang gigi dipertahankan.