Gigi Berjejal dan Dampaknya pada Kesehatan Mulut

Apa Itu Gigi Berjejal (Crowding)?

Gigi berjejal adalah kondisi ketika gigi tumbuh tidak teratur, saling bertumpuk, atau terlalu rapat karena ruang di rahang tidak cukup.

💬 Contoh: Gigi depan bawah terlihat saling menumpuk atau miring ke depan/belakang.

Kenapa Gigi Bisa Berjejal?

Beberapa penyebab umum:

  • Rahang kecil, tapi ukuran gigi besar
  • Gigi susu tanggal terlalu cepat atau terlalu lambat
  • Gigi bungsu tumbuh dan mendorong gigi lain
  • Faktor keturunan (genetik)

Apa Dampak Gigi Berjejal?

  1. Susah dibersihkan → Meningkatkan risiko gigi berlubang & karang gigi
  2. Gusi bisa meradang → Bisa menyebabkan gusi bengkak atau berdarah
  3. Gangguan saat mengunyah atau bicara
  4. Gigi cepat goyang → Karena beban gigitan tidak merata
  5. Sakit rahang atau nyeri saat menggigit

Apa Itu Trauma Oklusi?

Trauma oklusi adalah kondisi saat gigi menerima tekanan gigitan yang tidak normal.

🦷 Gigi berjejal bisa menyebabkan gigi saling menekan, sehingga tekanan gigit jadi tidak merata. Ini bisa bikin:

  • Gigi goyang
  • Sakit saat menggigit
  • Gusi turun
  • Nyeri di rahang
  • Gigi Rapi = Gigitan Sehat

👉 Gigi yang rapi membuat tekanan gigitan terdistribusi dengan baik
👉 Memudahkan menyikat gigi
👉 Mencegah kerusakan gusi & gigi

Bagaimana Mengatasi Gigi Berjejal?

  1. Pemasangan behel (kawat gigi)
    Untuk mengatur posisi gigi secara perlahan agar sejajar dan rapi.
  2. Aligner transparan
    Alternatif behel yang lebih estetik dan bisa dilepas-pasang.
  3. Cabut gigi (jika perlu)
    Bila tidak ada cukup ruang di rahang.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Datanglah jika:

  • Gigi tampak bertumpuk
  • Sering merasa ngilu saat menggigit
  • Gusi mudah berdarah
  • Mulut terasa tidak nyaman saat menutup atau mengunyah

Kesimpulan

  • Gigi berjejal bukan hanya soal penampilan, tapi bisa mengganggu kesehatan mulut.
  • Jika dibiarkan, bisa menyebabkan trauma oklusi, gigi goyang, bahkan kerusakan gusi.
  • Semakin cepat ditangani, semakin mudah perawatannya.